"ENGKAU-KOE"
Kala Mentari mulai membacakan syairnya....
Kuhanya terdiam mendengar
Tak bergeming dari sesudut hati yang beku
Menikmati gagap cintaku yang lama tergagu
Selarik kutak hirau indah sinarnya...
Sebait kutak tertarik tuk turut senandungkan nada
Segatrapun kumasih nikmati bisuku
Berulang Mentari membaca aksara rasanya....
Hangatnya mulai singkap seluruh khayalku...
Yang sekian kala tak pernah berujar pada siapapun
pula pada sang bayu dan rembulan....
sesungging senyum mulai tempatkan diri
kala hangatmu menyentuh titik nadi cintaku
atas cintamu selaksa Mentari pagi...
agar suaraku kembali bisa kau dengar
bersama hilangnya desah gelisahku yang selama ini meratu
Setangkup gatra tlah mampu kuterjemahkan nadanya
bahkan senandungnyapun dapat kuikuti tanpa bisuku
segera kuberkemas berlari menuju pelukmu
Agar senandungku mampu kuselaraskan dgn senandungmu
Yang sekian lama kau nanti...
Yang sekian lama kau harap...
Bahwa aku adalah hidupmu....
Bahwa aku adalah mentarimu....
Begitupun kau....adalah mentariku dikala gundah hariku
dan kau.....adalah Purnamaku di kala gelisah hariku...
dan kau....adalah Halimun di rinai Rinduku....
~Enry Sulistyorini~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar